Demokrasi Oligarki


MembacaGanja - Di Asia Tenggara, Indonesia tercatat memiliki nilai demokrasi tertinggi jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Tapi, ada ketimpangan yang jelas di dalam sistem demokrasi di Indonesia. Ketimpangan tersebut terdapat di dalam sistem pemerintahan dan dalam nilai kemanusiaan.

Demokrasi

Pengertian dasar demokrasi adalah bentuk pemerintahan negara dimana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta (baik secara langsung atau melalui perwakilan) dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Demokrasi adalah gagasan dan prinsip tentang kebebasan dalam praktik maupun secara prosedur. Didalam demokrasi terdapat makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Berbau Oligarki

Sistem demokrasi Indonesia cenderung berbau oligarki.

Pengertian oligarki adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh sekelompok orang dari golongan (elit) atau kelompok masyarakat tertentu. Baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

Pandangan

Menurut Jeffrey Winters, analisis politik dari Northwestern University menilai bahwa demokrasi Indonesia dikuasai oleh kaum oligarki sehingga makin jauh dari cita-cita untuk memakmurkan rakyat.

Terlihat dengan makin dalamnya jurang antara si kaya dan si miskin di Indonesia.

Menurut Winters, penegakan hukum di Indonesia ditegakkan ketika yang dihadapi adalah rakyat lemah. Namun ketika yang dihadapi kaum oligarki, penegakan hukum seolah tak berfungsi.

Untuk membuat hukum berjalan dengan baik, menurut Winters desakan harus berasal dari masyarakat yang secara normal bisa diwakili oleh anggota DPR.

Akan tetapi, dengan kondisi anggota DPR di Indonesia, maka gerakan harus dilakukan oleh rakyat secara langsung.

Bisa disimpulkan bahwa saat ini Indonesia mengalami sistem demokrasi oligarki, atau demokrasi yang menyelimuti oligarki.

Faktor

Ada beberapa faktor terjadinya demokrasi oligarki, diantaranya adalah:

(1) Apatisme masyarakat

Apatis memiliki arti ketidak-pedulian atau rasa cuek. Jika masyarakat memiliki sifat apatis, maka oligarki pasti akan muncul.

Elemen terkuat dalam demokrasi adalah suara rakyat, karena rakyatlah yang memerintah (secara langsung atau melalui perwakilan).

(2) Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

Penyelewengan uang negara (korupsi), kerjasama antara pejabat pemerintah dengan oknum lain untuk kepentingan material (kolusi), dan tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan (nepotisme), dapat mengarahkan pemikiran demokrasi ke jalan yang sempit.

Ketidak-adilan dan ketidak-jujuran tersebut melanggar kode etik demokrasi yang memiliki makna dalam harkat dan martabat manusia.

Dampak Demokrasi Oligarki

Demokrasi oligarki memiliki dampak yang signifikan terhadap warga negara sehingga akan bedampak pada aspek sosial dan ekonomi.

(1) Aspek Sosial

Demokrasi oligarki menyebabkan kesenjangan sosial semakin melebar. Sehingga bisa menimbulkan masalah sosial dimana warga negara memiliki perbedaan antara harapan dan kenyataan yang terjadi.

Masalah sosial akan menghasilkan suatu kondisi dimana warga negara akan menuntut pemecahan.

(2) Aspek Ekonomi

Demokrasi oligarki tentunya akan menciptakan kesenjangan ekonomi. Hal ini diakibatkan karena oligarki yang dikendalikasn oleh golongan (elit) atau kelompok tertentu.

Kesenjangan ekonomi akan menghasilkan kekacauan dan menimbulkan tindakan kriminal meningkat seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya.

Referensi:
-https://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi
-https://id.wikipedia.org/wiki/Oligarki
-https://mediaindonesia.com/read/detail/148526-demokrasi-indonesia-di-bawah-kendali-oligarki
-https://id.wikipedia.org/wiki/Masalah_sosial
Share: