Ilmiah: Mengenal Tanaman Ganja


MembacaGanja - Ganja atau kanabis (cannabis) adalah genus dari dioecious (organ reproduksi pria dan wanita terpisah) merupakan tanaman obat yang termasuk famili dari salah satu suku anggota tumbuhan berbunga.

Tumbuhan ini telah dibudidaya selama 5.000 tahun di seluruh dunia dan digunakan dalam tekstil, industri, medis, dan rekreasi.

Kandungan Zat Aktif Ganja

Ganja memiliki 4 kandungan zat aktif diantaranya adalah:

(1) Tetrahydrocannabinol (THC) 

THC adalah salah satu dari setidaknya 113 cannabinoid yang diidentifikasikan dalam ganja. THC merupakan unsur utama psikoaktif ganja.

THC adalah zat lemak yang tidak larut dalam air, tapi umumnya larut dalam alkohol (lipid). Dianggap memiliki fungsi sebagai pertahanan diri tanaman terhadap serangga predator tanaman, sinar ultraviolet, dan tekanan lingkungan (enviromental stress).

THC merupakan bahan aktif yang ditemukan didalam obat Nabiximols (sebagai Sativex), yang disetujui sebagai obat botanikal di Inggris di tahun 2010.

Nabiximols (Sativex) digunakan dengan cara disemprotkan ke mulut bagi penderita multiple sclerosis, penyakit dimana sistem kekebalan tubuh menggerogoti lapisan pelindung saraf.

Multiple sclerosis menyebabkan banyak gejala yang berbeda, termasuk hilangnya penglihatan, nyeri, rasa lelah, dan gangguan koordinasi.

(2) Cannabidiol (CBD)

CBD merupakan salah satu dari 113 zat cannabinoid dan menyumbang hingga 40% dari ekstrak ganja. Penelitian klinis pada cannabidiol dalam studi pengobatan dapat mengatasi kecemasan, kognisi, gangguan gerakan, dan rasa nyeri.

CBD tidak memiliki zat psikoaktif yang sama seperti THC. Cannabidiol dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan berbagai cara, termasuk dengan dihisap sebagai rokok atau vaporisasi, dan bisa juga disemprotkan ke dalam mulut.

Minyak CBD hanya mengandung cannabidiol sebagai bahan aktif yang diekstrak dari tanaman hemp, tanaman sejenis ganja yang memiliki kadar THC yang sangat rendah.

CBD diteliti dapat mengatasi kegelisahan, gangguan bipolar, distonia (gangguan otot), kejang (epilepsi), sklerosis multipel, penyakit Parkinson, dan skizofrenia.
Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa cannabidiol dapat mengurangi efek samping THC.

(3) Cannabinol (CBN)

Cannabinol adalah kanabinoid psikoaktif ringan yang hanya ditemukan dalam jumlah kecil di dalam ganja, dan sebagian besar ditemukan pada tanaman ganja yang sudah tua.
Secara farmakologis cannabinol dibentuk sebagai metabolit tetrahydrocannabinol (THC).

(4) Tetrahydrocannabivarin (THCV, THV)

Tetrahydrocannabivarin memiliki kromosom yang sama dengan tetrahydrocannabinol (THC), namun menghasilkan efek yang sangat berbeda dengan THC.

Penelitian menemukan THCV adalah pengobatan yang potensial terhadap intoleransi glukosa terkait obesitas. GW Pharmaceuticals (perusahaan biofarmasi Inggris) sedang mempelajari tetrahydrocannabivarin yang diturunkan dari tumbuhan untuk pengobatan diabetes tipe 2 selain metformin (obat oral anti-diabetes).

Jenis Tanaman Ganja

-Cannabis Sativa

Origin: Tanaman liar dari Eropa, namun ada juga yang berasal dari Asia.

Morfologis: Tergantung dari asal tanaman.

Fisiologis: Proses pembungaan (dari pengecambahan biji sampai pohon siap untuk bereproduksi secara alami) cepat dan bervariasi. Terdapat varietas yang memiliki sifat auto flowering (tidak tergantung siklus matahari).

Bahan Aktif: Lebih banyak CBD dibanding THC.

Psikoaktif: Sangat rendah atau hampir tidak ada.

Indikasi Medis: Nyeri kronis, kaku persendian dan peradangan, dan epilepsi.

-Cannabis Indica

Origin: India

Morfologis: Tinggi 1.5 meter atau lebih, sedikit cabang, bentuk daun ramping seperti pisau bedah (lanceolate), dan sedikit bunga dipucuknya.

Fisiologis: Proses pembungaan (dari pengecambahan biji sampai pohon siap untuk bereproduksi secara alami) lama antara 9 sampai 14 minggu. Produksi resin dalam jumlah sedang.

Bahan Aktif: Lebih banyak THC dibanding CBD.

Psikoaktif: Menstimulasi

Indikasi Medis: Depresi, mual, nafsu makan, sakit kepala migrain, dan nyeri kronis.

-Cannabis Afghanica

Origin: Asia Tengah (Afganistan, Turkestan, Pakistan)

Morfologis: Tinggi antara 0.5 s/d 1.5 meter, cabang banyak dan rapat, bentuk daun lebar seperti kepala tombak, dan banyak bunga dipucuknya.

Fisiologis: Proses pembungaan (dari pengecambahan biji sampai pohon siap untuk bereproduksi secara alami) cepat antara 7 sampai 9 minggu. Produksi resin dalam jumlah besar dan rentan terhadap jamur dikarenakan padatnya tunas dan cabang.

Bahan Aktif: Lebih variatif daripada jenis indica. Jumlah THC bisa lebih banyak atau sama besar dengan CBD.

Psikoaktif: Sedatif (penenang)

Indikasi Medis: Insomnia, cemas, nyeri kronis, kaku persendian dan peradangan, keram otot, tremor (akibat multiple sclerosis atau parkinson), dan epilepsi.

Pohon ganja
Pucuk ganja
Referensi:
-https://id.wikipedia.org/wiki/Kanabis
-https://en.wikipedia.org/wiki/Tetrahydrocannabinol
-https://en.wikipedia.org/wiki/Cannabidiol
-https://en.wikipedia.org/wiki/Cannabinol
-https://en.wikipedia.org/wiki/Tetrahydrocannabivarin
-http://www.lgn.or.id/klasifikasi-baru-spesies-cannabis


Share: