Manfaat Cannabidiol atau CBD dalam Ganja


MembacaGanja - CBD atau cannabidiol adalah bahan aktif dalam ganja yang paling umum selain THC. CBD adalah komponen penting dari ganja medis, diturunkan langsung dari tanaman cannabis sativa, dikenal sebagai hemp. zat CBD tidak menyebabkan giting atau 'tinggi'.

Menurut laporan dari WHO (World Health Organization), "Pada manusia, CBD tidak menunjukkan efek yang mengindikasikan adanya penyalahgunaan atau potensi ketergantungan ... .Hingga saat ini, tidak ada bukti masalah terkait kesehatan masyarakat yang terkait dengan penggunaan CBD murni."

CBD telah dipuji karena berbagai isu kesehatan. Tapi bukti ilmiah terkuat adalah efektivitasnya dalam menangani beberapa sindrom epilepsi yang paling kejam bagi anak-anak, seperti sindrom Dravet dan sindrom Lennox-Gastaut (LGS), yang biasanya tidak akan merespon obat anti kejang.

Dalam banyak penelitian, CBD mampu mengurangi jumlah kejang, dan dalam beberapa kasus mampu menghentikannya sama sekali.


 

Manfaat Kesehatan CBD

CBD juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, diantaranya:

(1) Meringankan Rasa Sakit

Ganja telah digunakan untuk mengobati rasa sakit sejak 2900 SM.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa komponen ganja tertentu, termasuk CBD, bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakitnya.

Tubuh manusia mengandung sistem khusus yang disebut sistem endocannabinoid (ECS), yang terlibat dalam mengatur berbagai fungsi termasuk tidur, nafsu makan, rasa sakit dan respon sistem kekebalan tubuh.

Studi telah menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan dan berinteraksi dengan neurotransmiter.

Sativex, cairan oral yang disemprot, merupakan kombinasi dari THC dan CBD, disetujui di beberapa negara untuk mengobati rasa sakit yang terkait dengan multiple sclerosis.

(2) Dapat Mengurangi Kecemasan dan Depresi

Kecemasan dan depresi adalah gangguan kesehatan mental umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan.

Menurut WHO (World Health Organization), depresi adalah penyumbang tunggal terbesar untuk disabilitas di seluruh dunia, sementara gangguan kecemasan berada di peringkat keenam.

Kecemasan dan depresi biasanya diobati dengan obat-obatan farmasi, yang dapat menyebabkan sejumlah efek samping termasuk mengantuk, agitasi, insomnia, disfungsi seksual dan sakit kepala.

Terlebih lagi, obat-obatan seperti benzodiazepin dapat menimbulkan kecanduan dan dapat menyebabkan penyalahgunaan zat.

Minyak CBD bahkan telah digunakan untuk mengobati insomnia dan kecemasan dengan aman pada anak-anak dengan gangguan stres pasca-trauma.

CBD juga menunjukkan efek seperti antidepresan dalam beberapa penelitian pada hewan.

Kualitas ini terkait dengan kemampuan CBD untuk bertindak pada reseptor otak untuk serotonin, neurotransmitter yang mengatur suasana hati dan perilaku sosial.

(3) Dapat Meringankan Gejala Terkait Kanker

CBD dapat membantu mengurangi gejala yang berkaitan dengan kanker dan efek samping yang terkait dengan pengobatan kanker, seperti mual, muntah, dan nyeri.

Mereka yang diobati dengan ekstrak yang mengandung kedua senyawa mengalami pengurangan rasa sakit yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima ekstrak THC.

CBD juga dapat membantu mengurangi mual dan muntah yang diinduksi kemoterapi, yang merupakan salah satu efek samping terkait kemoterapi yang paling umum bagi mereka yang menderita kanker.

Beberapa penelitian pada hewan bahkan menunjukkan bahwa CBD mungkin memiliki sifat antikanker. Sebagai contoh, satu studi tabung menemukan bahwa CBD terkonsentrasi menyebabkan kematian sel dalam sel kanker payudara manusia.

Studi lain menunjukkan bahwa CBD menghambat penyebaran sel kanker payudara yang agresif pada tikus.

Namun ini adalah uji penelitian pada hewan, sehingga sementara kita hanya bisa menyarankan apa yang mungkin berhasil pada manusia. Diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia sebelum kesimpulan dapat dibuat.

(4) Dapat Mengurangi Jerawat

Jerawat adalah kondisi kulit umum yang menyerang lebih dari 9% populasi manusia di dunia.

Diperkirakan jerawat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk genetika, bakteri, peradangan, kelebihan produksi sebum, dan sekresi berminyak yang dibuat oleh kelenjar sebaceous di kulit.

Berdasarkan studi ilmiah baru-baru ini, minyak CBD dapat membantu mengobati jerawat karena sifat anti-inflamasi dan kemampuan untuk mengurangi produksi sebum.

Studi lain memiliki temuan serupa, menyimpulkan bahwa CBD mungkin menjadi cara yang efisien dan aman untuk mengobati jerawat, sebagian berkat kualitas anti-inflamasi yang luar biasa.

(5) Kemungkinan Memiliki Sifat Neuroprotektif

Neuroprotektif adalah suatu mekanisme atau strategi yang digunakan untuk melindungi atau mengurangi kerusakan saraf pada sistem saraf pusat (SSP) yang disebakan oleh serangan stroke iskemik, trauma atau karena penyakit neuro degeneratif.

Para peneliti percaya bahwa kemampuan CBD untuk bertindak pada sistem endocannabinoid dan sistem pensinyalan otak lainnya dapat memberikan manfaat bagi mereka yang memiliki gangguan neurologis.

Bahkan, salah satu kegunaan CBD yang paling banyak dipelajari adalah untuk mengobati gangguan neurologis seperti epilepsi dan multiple sclerosis. Meskipun penelitian di bidang ini masih relatif baru, beberapa penelitian telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Sativex, obat semprotan oral yang terdiri dari CBD dan THC, telah terbukti sebagai cara yang aman dan efektif untuk mengurangi kelenturan otot pada orang dengan multiple sclerosis.

Studi menemukan bahwa Sativex mengurangi kejang pada 75% dari 276 orang dengan multiple sclerosis yang mengalami kelenturan otot yang resisten terhadap obat-obatan.

Sebagai contoh, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan dengan CBD meningkatkan kualitas hidup dan kualitas tidur untuk orang dengan penyakit Parkinson.

(6) Bermanfaat bagi Kesehatan Jantung

Penelitian terbaru telah menghubungkan CBD dengan beberapa manfaat untuk jantung dan sistem peredaran darah, termasuk kemampuan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari sejumlah kondisi kesehatan, termasuk stroke, serangan jantung, dan sindrom metabolik.

Studi menunjukkan bahwa CBD dapat membantu penderita tekanan darah tinggi.

Para peneliti menduga bahwa sifat mengurangi stres dan kecemasan yang didapat dari CBD bertanggung jawab atas kemampuannya untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, beberapa penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi peradangan dan kematian sel yang terkait dengan penyakit jantung karena antioksidan yang kuat dan sifat mengurangi stres.

Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa pengobatan dengan CBD mengurangi stres oksidatif dan mencegah kerusakan jantung pada tikus penderita diabetes yang memiliki penyakit jantung.

(7) Beberapa Manfaat Potensial Lainnya

CBD telah dipelajari untuk perannya dalam mengobati sejumlah masalah kesehatan selain yang diuraikan di atas.

Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, CBD dianggap memberikan manfaat kesehatan berikut:

-Efek antipsikotik: Studi menunjukkan bahwa CBD dapat membantu orang dengan skizofrenia dan gangguan mental lainnya dengan mengurangi gejala psikotik.

-Pengobatan penyalahgunaan zat: CBD telah terbukti memodifikasi otak yang terkait dengan kecanduan narkoba. Uji coba penelitian pada tikus, CBD telah terbukti mengurangi ketergantungan morfin dan perilaku mencari heroin.

-Efek anti tumor: Dalam penelitian tabung dan hewan, CBD telah menunjukkan efek anti-tumor. Pada hewan, telah terbukti mencegah penyebaran kanker payudara, prostat, otak, usus besar dan paru-paru.

-Pencegahan diabetes: Pada tikus penderita diabetes, pengobatan dengan CBD mengurangi diabetes sebesar 56% dan secara signifikan mengurangi peradangan.

Referensi:
-https://www.health.harvard.edu/blog/cannabidiol-cbd-what-we-know-and-what-we-dont-2018082414476
-https://www.healthline.com/nutrition/cbd-oil-benefits
Share: